Duka Cita Dunia KAI

Sumber: X 
@Crpt_AlexndrNP



(Berita-TulisanTaa) Duka di akhir bulan April, tabrakan antara Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di emplasemen Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam.

Menurut media DetikNews, kronologi diawali dengan kecelakaan pertama di perlintasan dekat Stasiun Bekasi Timur. Kejadian tersebut sebelumnya terjadi akibat mobil taksi listrik tertemper KRL pada jalur atau rel ke arah Jakarta. 

"Jadi KRL-nya ada taksi yang menemper KRL di JPL (jalur perlintasan langsung) lintasan dekat Bulak Kapal ya. Yang membuat KRL-nya berhenti," kata manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, saat dihubungi, Senin (27/4/2026).

Kecelakaan pertama tersebut lantas membuat KRL arah Cikarang berada di jalur yang sama dengan KA Argo Bromo Anggrek. Tak berselang lama, KAJJ pun menabrak bagian belakang gerbong KRL 12 dan 11 yang merupakan gerbong khusus wanita. 

Benturan dilaporkan terdengar keras hingga menyebabkan kerusakan parah pada rangkaian kereta, bahkan bagian depan KA jarak jauh tersebut menembus gerbong wanita KRL. 

Data update pada Selasa (28/4) menunjukkan sejumlah 14 orang tewas, sementara puluhan lainnya mengalami luka-luka.

"Update 08.45 WIB: 14 meninggal dunia, 84 korban luka, proses penanganan masih berlangsung," kata VP Corporate Communication KAI Anne Purba dalam keterangan tertulis.

Terhitung korban tewas berjenis kelamin perempuan yang disampaikan langsung oleh Basarnas. 

"Seratus persen yang kita evakuasi (korban) perempuan," kata Kabasarnas Mayjen M. Syafii kepada wartawan di lokasi, Selasa (28/4).

Akibat insiden yang terjadi memengaruhi operasional kereta di wilayah Bekasi dan sekitarnya. Stasiun Bekasi Timur untuk sementara tidak melayani naik dan turun penumpang. Perjalanan KRL hanya dilayani sampai Stasiun Bekasi, sementara jalur tertentu dibuka terbatas untuk operasional kereta api jarak jauh.

KAI juga memastikan fokus utama saat ini ialah penanganan korban beserta pemulihan layanan. 


Sumber: X dan DetikNews.


Penulis: Dita Mawanda
Editor: Dita Mawanda

Posting Komentar

0 Komentar